Berbagi pengalaman Kohjinsha SA1F00WS

Berbagi Pengalaman tentang Kohjinsha (SA1F00 WS)

oleh gunggu, termuktahirkan 13-10-2007

Kohjinsha, pertama kali dengar namanya kok tidak terlalu familier yah? Ternyata memang iya, meski produk ini ternyata sudah cukup terkenal di penjuru dunia sana dan di negara asalnya, yakni Jepang, namun baru-baru ini saja merk UMPC Kohjinsha ini muncul di Indonesia. Ada dua varian yang keluar, yakni SA1F00 KS dan SA1F00 WS, bedanya ada di besar Harddisk dan warna.

IMAGE_045.jpg

Sony VAIO TXN27 & Kohjinsha SA1F00WS

Sekali lihat langsung ngiler, terutama dengan yang Kohjinsha hitam (SA1F00KS), hehehe tapi berhubung mo beliin hadiah ulang tahun buat istri, apa boleh buat terpaksa pilih yang “chick colour” alias warna putih yang seri WS, yang ternyata memiliki perbedaan kapasitas hard disk dibanding yang KS. WS sebesar 100 GB sedangkan KS sebesar 40 GB. Setelah beberapa lama mencari info mengenai Kohijnsha ini di internet, akhirnya dapat harga jual di kisaran 8,9 – 8,925 juta rupiah dan dapat info dari beberapa teman di http://www.forumponsel.com kalo barang ini dijual di Mall Ambassador. Kebetulan akhir pekan waktu itu mau ke Jakarta, akhirnya diniatkan sekalian untuk mencari.

Setelah keluyuran di Mall Ambassador sekalian ngabuburit, akhirnya nemu satu toko yang jual Kohjinsha ini, dan pas stoknya baru datang siangnya dan kebetulan banget seri yang WS (emang takdir kali yah?). Setelah tawar menawar akhirnya tokonya mau kasih harga 8,8 juta, setelah gesek kartu maka Kohjinsha SA1F00WS langsung saya bawa pergi.

Spesifikasi

Berikut saya sajikan spesifikasi dari Kohjinsha SA1F00WS beserta komentar saya mengenai spesifikasi yang diberikan:

CPU

180px-AMD_Geode_Processor_Logo.svg.png

AMD Geode LX 800, memiliki kecepatan clock 500 MHz, TDP 3,9 Watts dan L2 data cache 128 KB. CPU ini didesain oleh AMD untuk perangkat UMPC, dan merupakan saingan dari Intel McCaslin (A100/110) yang memiliki kecepatan 600/800 MHz, TDP 3 Watts dan L2 data cache 512 KB. Diatas kertas, jelas lebih unggul CPU keluaran Intel. CPU dari intel juga akan dipakai pada produk Kohjinsha seri SH6, yang menurut review blog My Kohjinsha tidak terlalu jauh berbeda kinerjanya dengan Kohjinsha seri SA1F00 dari sisi pemrosesan. Saya sendiri kemarin sempat mencoba UMPC dari Fujitsu, U1010 yang memiliki CPU McCaslin ini dan dari sisi pemrosesan memang kurang lebih sama cepatnya. Kesimpulannya, saya cukup puas dengan spesifikasi CPU yang diberikan Kohjinsha ini. Untuk benchmark AMD Geode dapat dilihat disini.

RAM

Standard 512 MB, bisa diupgrade hingga 1024 MB. Cukupan lah untuk sebuah UMPC bersistem operasi Windows XP Home. Sayangnya, chip dari RAM-nya merupakan tipe PC2700 SO-DIMM yang sudah terancam punah di pasaran alias sulit dapatnya. Sehingga waktu saya ingin mencari RAM 1GB tipe ini cukup sulit mendapatkannya, ada pun seharga 700-an ribu rupiah.

Media Penyimpanan Sekunder

Penyimpanan sekunder yang dimiliki oleh seri WS ini adalah Harddisk 2,5” Fujitsu MHV2100AH-PL, 5400RPM, P-ATA. Dari hasil uji perbandingan dengan menggunakan HD Tune 2.52, seri Harddisk ini adalah harddisk 2,5” yang memiliki pemakaian daya paling rendah, sehingga mampu bertahan paling lama dibandingkan dengan HDD seri lainnya.

fujitsu_MHV2100AH.jpg

Rangkuman perbandingannya:

Seri HDD

Waktu Akses

Daya Tahan Baterai

Fujitsu MV2100AHPL(100GB)

18,6 ms

4,3% CPU = 3 jam 17 menit

Seagate 5400.3 (80GB)

16,8 ms

5,6% CPU = 2 jam 47 menit

Hitachi 5K100 (100GB)

18,6 ms

4,4% CPU = 3 jam 10 menit

 

Jadi, kesimpulan untuk HDD nya, termasuk yang tepat untuk sebuah UMPC sekelas ini, harga untuk pemuktahiran HDD ke kapasitas lebih besar juga tidak terlalu mahal. Meskipun demikian, menurut saya masih lebih efektif dayanya jika memakai HDD 1,8” seperti pada Fujitsu U1010, dengan daya tahan baterai hingga 4 jam lebih tapi tentu saja lebih mahal jika ingin dimuktahirkan kapasitasnya.

Video RAM & Layar

Video RAM berbagi dengan RAM milik sistem, tergabung ke dalam chipnya CPU. Standardnya 8 MB, maksimal 256 MB. Hebatnya, saya masih bisa nonton film tanpa cela menggunakan Kohjinsha ini. Layar Kohjinsha berdimensi fisik diagonal 7 inchi, dengan pilihan resolusi yang diberikan oleh VRAM beragam, mulai dari 640x480 pixels (VGA) hingga 1024x768 pixels (XGA) dan setelah mencoba berbagai macam konfigurasi resolusi, untuk 7 inchi yang paling baik adalah 800x480 pixels. Seri Kohjinsha ini juga dilengkapi dengan kemampuan layar putar serta layar sentuh, sehingga layar dapat diputar hingga 180 derajat dan beroperasi menggunakan layar sentuh layaknya pada tablet pc atau PDA.

IMAGE_021.jpgIMAGE_022.jpg

Alat Input

Kohjinsha memiliki media input yang sangat lengkap, tidak tanggung-tanggung, ada empat buah! (1) Keyboard (US) dengan ukuran yang cukup memadai serta (2) touchpad seperti pada laptop yang biasa beredar di pasaran, kemudian (3) trackpoint untuk navigasi pada mode layar penuh, dan (4) stylus pada mode tablet pc.

(4)

 

(3)

 

 

(2)

 

(1)

 
alatinput1.jpg

Meskipun keyboardnya tampak cukup lega (untuk sebuah UMPC) namun setelah saya coba, ternyata keyboardnya sama sekali tidak bisa dipakai secara efektif. Saya beberapa kali harus menekan tombol dengan keras agar hurufnya mau keluar, apabila tidak, kadang huruf yang sudah saya tekan tombolnya ketinggalan alias tidak keluar. Jelas sekali bahwa Kohjinsha ini memiliki masalah yang cukup serius jika ingin mengetik cepat. Touchpad tidak ada masalah, hanya saja jika jari tangan tidak mungil atau lentik akan menemui kesulitan untuk memencet tombol kiri-kanan nya. Trackpoint yang pengoperasiannya menggunakan ibu jari tangan kiri sangat responsif dan mulus pemakaiannya, tombol kiri-kanan alat inputnya ada di seberang layar dan pengoperasiannya menggunakan ibu jari tangan kanan.  Penggunaan stylus juga tidak ada masalah, review dalam blog My Kohjinsha menyatakan untuk XP Tablet, stylus sedikit bermasalah karena tidak terkalibrasi dengan baik (tidak pas menunjuknya) namun menggunakan XP Home saya tidak menemui kesulitan.Bahkan stylus dipakai untuk menulis pada Office One Note juga mulus-mulus saja.

Jaringan

Jaringan yang dimiliki oleh Kohjinsha ini standard, cenderung kurang menurut saya untuk sebuah UMPC. Jaringan nirkabelnya memakai WI-Fi b/g dan bluetooth v. 2 class 2 (10 meter), sementara jaringan kabelnya memakai LAN 10/100. Tidak ada modem dial-up, dan menurut saya memang tidak perlu ada untuk sebuah UMPC. Kekurangan dari Kohjinsha, tentu saja pada jaringan nirkabelnya, yaitu tidak adanya jaringan nirkabel GSM atau CDMA. Masih kalah jika dibandingkan dengan Sony UX380 atau Fujitsu U1010 (meski harganya juga jauh beda). Bluetooth dan Wi-Fi hanya dapat dinyalakan dengan bantuan tombol Fn (Function) pada keyboard, tidak ada tombol hardware untuk menyalakannya. Sehingga tiap kali menyalakan Kohjinsha saya harus mengaktifkan Wi-Fi apabila perlu tersambung ke dalam jaringan tersebut. Kinerja nirkabelnya ternyata sangat memuaskan, Wi-Fi dan bluetooth mulus tanpa kendala, bahkan jika dibandingkan beberapa laptop lain, dapat memperoleh sinyal di saat laptop lain tidak memperoleh sinyal (sama-sama mode baterai).

Media Koneksi

Media slot 3 dalam 1, Memory Stick (Sony), SD Card, dan MMC didukung oleh Kohjinsha, termasuk CF card (Tipe 1 dan mendukung I/O). Terdapat juga 2 buah slot USB 2.0, Microphone internal dan eksternal, headphone, serta sebuah VGA port untuk koneksi ke viewer/monitor luar. Tidak ada masalah untuk semua media koneksi ini.

Ukuran, Berat, dan Kapasitas Baterai

Kohjinsha memiliki ukuran fisik 21,8 (P) x 16,3 (L) x2,54 (T) cm yang tentu saja cukup kecil sehingga bisa masuk ke dalam tas kecil milik istri saya, selain itu dalam paketnya Kohjinsha juga menyertakan sarung mungil berwarna putih.

IMAGE_051.jpg

Berat total Kohjinsha bersama baterainya adalah 990 gram, cukup ringan untuk dibawa kemana-mana, dan kapasitas baterai di atas kertas adalah 4,5 jam. Sedangkan saya coba memakai Kohjinsha ini dengan Wi-Fi nyala terus untuk mengunduh file dari internet, kira-kira 3 jam kemudian baterainya kritis tinggal 5%. Jadi kira-kira daya tahan baterainya ya sekitar 3 jam-an.

Sistem Operasi

Windows XP Home Edition SP 2. What can I say more?

Kesimpulan

Dari pemakaian kurang lebih 2 minggu ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Kohjinsha ini pasti dapat mengambil hati para calon pembelinya, entah dari segi ukuran, kinerja, maupun harganya (bersaing dibanding UMPC lainnya). Pada saat saya membeli Kohjinsha ini juga ada beberapa calon pembeli yang menanyakan namun keduluan oleh saya. Pemilik toko juga mengakui barangnya tidak sampai 2 hari pasti langsung terjual. Ini mengindikasikan bahwa Kohjinsha cukup memiliki peluang di dalam pasar Indonesia. Dari sisi kinerja, Kohjinsha cukup dapat melengkapi kebutuhan selayaknya sebuah UMPC. Kelemahan terbesarnya adalah keyboardnya sangat buruk untuk dipakai sebagai media input.

Plus

-         Ukuran kecil, kinerja bagus

-         Daya tahan baterai cukup baik

-         Bentuk yang manis

-         4 media input

Minus

-         Keyboard yang buruk responnya

-         Opsi jaringan nirkabel tanpa opsi data GSM/CDMA

-         Tipe RAM yang sulit dicari

 

Laman ini ditulis oleh gunggu dan semua isinya adalah milik gunggu pribadi, apabila ingin dipakai harus seijin pemilik.